Media Tour #Kolaborasoe Eps. 1 : Dari Pecah Ban, Sampai Tersesat di Mall

  • 2015-01-13T10:38:15

Mulai tanggal 5 Januari 2015 lalu, Endank Soekamti memulai ritual lanjutannya setelah launching album, tak lain lagi adalah Media Tour! Yes, seperti sebelum-sebelumnya, kali ini Endank Soekamti melakukan tour ke radio-radio, majalah dan juga stasiun TV dari kota ke kota. Dan seperti sebelumnya juga, Endank Soekamti melakukan tour melalui jalur darat, menggunakan armadanya sendiri, kami ‘kan mandiri. :p Selain itu, dengan cara begini, jadi ada banyak hal yang bisa jadi cerita sepanjang perjalanan kami. 🙂

DAY 1 : PEKALONGAN

Sampai di kota Pekalongan, kami memutuskan untuk singgah ke hotel sebentar, biar bisa istirahat. Meskipun awalnya sempat kepikiran untuk dandan di pom bensin aja biar praktis, seperti yang kami lakukan waktu media tour Angka 8 dulu. Tapi mungkin karena pertambahan usia yang signifikan, jadi akhirnya seluruh tim memutuskan untuk singgah ke hotel dulu, baru mulai menyambangi radio-radio di Pekalongan, yaitu Radio BSP dan Radio Rasika.

Perbedaan lain yang terasa dari media tour #Kolaborasoe ini adalah jumlah kamtis yang mendatangi radio tempat kami on air untuk bersilaturahmi. Lebih banyak dari media tour sebelumnya, akhirnya kami minta mereka untuk masuk secara berkelombok dan bergiliran supaya semuanya punya kesempatan yang sama untuk ketemu kami. Bangga sekali karena kamtis family mudah diatur dan bisa tertib!

DAY 2 : TEGAL

Di kota ini kami juga datang ke dua radio, yaitu Radio La Bamba dan Radio DLC. Mulai muncul hal-hal unik untuk diceritakan di sini. Perjalanan kami menuju radio-radio tersebut ‘dikawal’ oleh para kamtis. Mereka berkonvoi dengan tertib mengiringi mobil kami. Ternyata nggak perlu jadi pejabat untuk bisa tau rasanya diiringi sama orang sebanyak ini, ya. Hahaha.

Interview di radio pertama berjalan lancar. Begitu juga di radio kedua. Tapi ada yang istimewa. Saat kami interview di radio kedua, tiba-tiba ada surprise berupa kue ulang tahun dari Kamtis Tegal, lengkap dengan ritual tiup lilinnya juga, lho. Kami jadi semakin yakin bahwa kami masih muda. Lha, bener tho, baru 14 tahun kok. (–,)>

Setelah perayaan ultah kecil-kecilan itu, kami berfoto bersama seluruh kamtis yang sudah datang (yang jumlahnya banyak sekali). Kebetulan di area parkir ada tower yang akhirnya kami manfaatkan untuk menghasilkan foto ala aerial view. Gimana, tuh? Jadi, fotografernya dengan niat dan semangat 45, memanjat tower untuk mengambil gambar kami dari atas, biar kelihatan semua dan pastinya keren! Padahal fotografernya ginuk-ginuk, lho. Tapi untung masih bisa manjat.

DAY 3 : CIREBON

Di sini, jumlah radio yang kami datangi lebih banyak dari dua kota sebelumnya, ada empat radio, yaitu Pilar Radio, Nuansa Radio, Radio Malala dan Radio Shelter. Di kota ini, sejumlah kamtis juga melakukan konvoi tertib untuk mengiringi perjalanan kami dari radio ke radio. Serunya lagi, di Cirebon kami nggak cuma interview di dalam studio siaran. Interview bareng Radio Malala, dilakukan di CSB Mall. Ini bikin kami bisa berinteraksi lebih banyak dengan para kamtis yang sudah datang dan juga kami berkesempatan untuk perform menggunakan gadget. Ini adalah salah satu keunikan kami yang sangat kami banggakan. *sisiran*

Beres interview, seperti yang sering dilakukan di radio-radio, kami diminta untuk take rekaman greetings dan IDs. Itu lho, yang biasanya diawali dengan dua kata, “KAMI DARI…!!” dilanjut dengan kata-kata berikutnya yang diucapkan dengan penuh penekanan, misal “EN… DANK… SOE… KAM… TI!!!” Gimana? Udah ngeh? Atau tambah bingung? Ya udah, mending lanjut baca lagi aja. Jadi, berhubung kami on airnya di mall, take IDs juga mau nggak mau dilakukan di lokasi yang sama. Perlu diketahui bahwa kami kalau take IDs itu merdu banget, alias teriak-teriak. Untuk menghindari keriuhan khalayak ramai kalau denger suara kami pas take IDs, jadilah kami take di parkiran, di dalam mobil. Semoga kemerduannya nggak bocor ke mana-mana sebelum akhirnya diputar di radio.

DIGOYANG DI PANTURA

And the adventure, begin….
Dari kota Cirebon, kami langsung lanjut perjalanan ke Jakarta. Di tengah perjalanan, Isa, yang kebagian tugas untuk nyetir, sudah diwanti-wanti sama Sensen, bahwasanya salah satu ban di bagian kanan kayaknya kurang angin, tapi diabaikan. Kami tetap melanjutkan perjalanan tanpa ngisi angin ban dulu. Sampai akhirnya waktu kami tiba di sekitaran daerah Indramayu, tanpa dinyana-nyana ada lubang yang cukup besar di tengah jalan dan DHUER!! Ban mobil kami pecah, sodara-sodara!!

Tapi yang pecah justru ban bagian kiri belakang. Entah gimana ceritanya, mungkin dia sudah lelah. Beruntungnya, kondisi jalanan pada waktu itu nggak terlalu ramai. Jadi kami bisa langsung menepi ke bahu jalan, bukan buat bersandar dan kemudian curhat lho, ya. Buat ganti ban!

Setelah itu, berlanjut dengan drama pencarian kunci ban yang rupanya raib ke antah berantah. Hal ini menyebabkan kami harus berpencar ke arah berlawanan untuk mengadu keberuntungan, nyari bengkel atau rumah yang bisa dipinjami kunci ban. Sensen ke arah Cirebon, sedangkan Isa dan Bagus ke arah Jakarta. Untung mereka nggak sampai Jakarta duluan gara-gara keasyikan jalan kaki nyari bengkel. Dalam masa pencarian ini, Sensen gagal menemukan bengkel, yang dia temukan justru malah sebuah motor yang mengalami kecelakaan tunggal, 100m dari lokasi mobil kami. Yang serem adalah, di belakang motor itu ada truk besar. Untungnya masih sempat ngerem, jadinya pengendara motor itu selamat. Kayaknya emang jalur yang kami lewati itu rada horor, butuh banyak doa dan selalu waspada.

Kalau Sensen ketemu orang kecelakaan, Isa dan Bagus justru bertemu banyak godaan. Di jalur itu memang konon cukup banyak penjaja kehangatan yang munculnya nggak kalah tiba-tiba dari setan. Syukurlah mereka berdua masih kuat iman. Karena di ujung perjalanan, mereka akhirnya dipertemukan oleh seorang tukang tambal ban. #heyitsrhyme
Menurut tukang tambal ban tersebut, di daerah itu memang sering sekali ada kendaraan yang mengalami pecah ban. Berarti keputusan njenengan buat buka bengkel tambal ban di sana emang sangat tepat sekali ya, pak! Sukses!!

Drama pecah ban ini rupanya nggak selesai sampai di situ, setelah pak tukang tambal ban harus balik lagi dari lokasi mobil, ke bengkelnya untuk nyari kunci ban yang sesuai, pada waktu ban akan diganti, ternyataaaaa… BAN SEREPNYA SUDAH GUNDUL, SODARA-SODARA!! Singkat cerita, kami akhirnya bisa mengganti ban dengan ban baru (yang sebenarnya second) yang kondisinya masih lebih layak untuk digunakan. Pesan moral dari kejadian ini adalah selalu waspada dan jangan lupa untuk cek kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan, terutama yang jaraknya jauh. Okeh?!

DAY 4 : JAKARTA

Sampai juga di Ibukota! Di sini kami dijadwalkan untuk mampir ke tiga radio, yaitu Radio Mustang, Bens Radio dan Trax FM. Radio Mustang ini berlokasi di salah satu tower yang ada di salah satu mall besar di Jakarta, dan kami semacam hobi banget kesasar di sini. Waktu media tour Angka 8 dua tahun lalu, kami kesasar pada saat mau keluar gedung, dan kali ini, kami kesasar waktu mau menuju Radio Mustang-nya. Besok-besok mungkin kami perlu bawa GPS kalau main ke sini lagi.

Lanjut ke radio kedua, Bens Radio, kami ketemu lagi sama Andine a.k.a @nonebetawie yang dulu juga mewawancarai Endank Soekamti waktu media tour Angka 8. Bens Radio ini, salah satu pendirinya adalan alm. Benyamin, yang kita kenal sebagai seorang pelawak dan juga babenya Si Doel. Jadi di radio ini banyak sekali foto-foto beliau dengan berbagai macam pose dan editan yang lucu-lucu.

Di radio ketiga, Trax FM, ternyata penyiarnya juga berprofesi sebagai stand-up comedian, mereka adalah @crazydhika dan @bhebhita. Pada nanyain kenapa kok kolaborasinya sama Kemal Palevi, bukan sama mereka aja. Tapi namanya juga stand-up comedian, ya mereka cuma bercanda. Tapi kalo mau diseriusin juga boleh, lho. :))

Oh ya, waktu di Jakarta kami juga berkesempatan untuk COD-an sama salah seorang kamtis yang mau beli buku ‘Aku Kamtis’. Ikut seneng melihat ekspresi bahagianya dia karena bisa berkesempatan untuk beli bukunya langsung dari kami, sempat foto bareng juga meskipun di pinggir jalan. :p Karena, berkat Kamtis Family juga, kami bisa melangkah dan berkarya sampai sejauh ini. 🙂

DAY 5 : BOGOR

Di kota hujan ini kami mampir ke dua radio, yaitu KISI FM dan Lesmana FM, Bogor. Seperti sebelum-sebelumnya, interview berjalan lancar dan menyenangkan. Kamtis juga berdatangan ke lokasi radio. Dan bonusnya, seperti yang sudah menjadi rahasia umum, cewe-cowokyang berasal dari daerah Jawa Barat, kebanyakan dianugerahi paras yang bikin mata adem. Jadi, yaaah… Lumayan, sih. Kami ketemu mbak-mbak penyiar yang ayu-ayu. :p

to be continued……